Sunday, December 30, 2018

Tragedi di Hotel

Pisau Hitam - Sanggau, 30 Desember 2018


Ada seorang wanita cantik dengan baju safari berwarna hitam masuk ke sebuah hotel dan meminta untuk bertemu sang direktur. Ketika sang direktur datang menghampirinya:

Wanita : Kamar nomor 39 masih ada ya pak?
Direktur : Masih mba
Wanita : Bisa saya booking pak?
Direktur : Tentu bisa mba
Wanita : Terimakasih pak

Sebelum pergi ke kamar hotel, wanita cantik itu meminta direktur hotel menyediakan sebuah pisau hitam, benang berwarna putih, dan sebuah jeruk nipis. Tentunya direktur hotel sanggup menyediakan permintaan dari pelanggannya tersebut walaupun sedikit heran dengan permintaan wanita cantik itu.

Kemudian wanita cantik itu pun masuk ke kamar yang dipesannya. Dia tidak memesan makanan atau yang lainnya. Kebetulan, di sebelah kamar wanita itu adalah kamar sang direktur hotel.

Tengah malam, direktur mendengar suara yang aneh didalam kamar wanita cantik. Dentingan bunyi pecahan gelas dan piring, sesekali terdengar lemparan-lemparan kaca ke lantai, belum lagi suara binatang aneh. Sang direktur tak bisa tertidur karenanya. Dia terus berpikir dengan keanehan yang terjadi di kamar sang wanita cantik itu. Apa yang sedang terjadi?

Keesokan paginya, wanita cantik itu hendak check out. Sang direktur meminta menunggunya di lobby sebelum meninggalkan hotel. Sang direktur kemudian memeriksa kamar nomor 39. Betapa herannya, sang direktur melihat kamar hotel yang bersih dan rapi. Tampak tidak ada terjadi sesuatu. Bahkan pisau hitam, benang putih dan jeruk nipis terletak rapi di atas meja kamar. Wanita cantik membayar bill dan memberikan tip kepada Bell Boy dengan uang yang lumayan banyak. Ia pun meninggalkan hotel dengan senyumannya yang manis. Sang direktur memandang wanita cantik itu pergi dengan penuh keheranan.

Setahun kemudian, wanita cantik itu datang lagi. Ia menggunakan gaun berwarna hijau muda. Dia ingin menemui direktur hotel. Direktur pun tampak sedikit kaget. Wanita cantik itu meminta hal yang sama seperti tahun lalu. Kamar nomor 39, pisau hitam, benang putih dan sebuah jeruk nipis.

Kali ini, sang direktur ingin mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi. Semalaman ia tidak tidur, menunggu sesuatu yang akan terjadi di sebelah kamarnya. Di tengah malam yang sunyi, suara dan pecahan kaca yang sama terdengar jelas, bahkan lebih nyaring dan lebih aneh dari tahun yang lalu.

Masih sama dan terjadi lagi, esoknya sebelum meninggalkan hotel, wanita cantik membayar bill dan memberikan tip kepada bell boy dengan uang yang lebih banyak. Wanita cantik itu meninggalkan hotel dengan senyumannya. Pisau hitam, benang putih dan jeruk nipis masih tetap terletak diatas meja kamarnya.

Hal itu membuat direktur semakin penasaran, ia bertanya-tanya dalam dirinya. Ada apa di kamar nomor 39? Kenapa pisau hitam? kenapa benang bewarna putih? dan kenapa sebuah jeruk nipis? Hingga berbulan-bulan lamanya sang direktur belum menemukan alasannya.

Lalu sang direktur menunggu berbulan-bulan kehadiran si wanita cantik.

Hampir 4 tahun berlalu, direktur hotel masih menunggu kedatangan si wanita cantik. Ia kemudian melihat si wanita cantik itu datang ke hotel dengan pakaian yang sama saat pertama kali wanita itu datang. Lagi-lagi wanita cantik itu meminta nomor kamar yang sama, dan benda-benda yang sama.

Tengah malam, suara dan keributan yang sama kali ini terdengar lebih aneh dan lebih nyaring.

Keesokan paginya, ketika wanita itu hendak meninggalkan hotel, sang direktur meminta maaf kepada wanita cantik itu. Dengan sangat sopan, sang direktur bertanya kepada wanita cantik apa yang sebenarnya terjadi dibalik suara dan keributan yang aneh tersebut.

Wanita : Jika saya memberitahu anda, apakah anda berjanji untuk tidak memberitahukan kepada siapapun?
Direktur : Saya berjanji, tidak akan memberitahukan kepada siapapun.
Wanita : Sumpah?
Direktur : Ya, saya bersumpah tidak akan memberitahukan kepada siapapun

Akhirnya, si wanita cantik itupun menceritakan sebenarnya apa yang terjadi. Karena sang direktur telah memenuhi janjinya untuk tidak memberitahukan kepada siapapun. Sayangnya sampai sekarang direktur hotel itupun belum memberitahukan kepada saya. Ketika direktur hotel sudah memberitahukan kepada saya, saya berjanji akan memberitahukan kalian... Terimakasih sudah membaca.



Sumber: Unknown
Cerita sudah di edit penulis.
maap yaa..... sekali-sekali nulis yang fiksi wkwkwkwk......

1 comment: