Kabupaten Sanggau, satu
diantara 14 Kabupaten dan kota lainnya yang terletak ditengah-tengah provinsi
Kalbar. Jumlah penduduk tidak lebih dari 600 ribu jiwa. Terdapat 15 kecamatan
yang tersebar merata berjarak cukup jauh dari ibukotanya yang berada di kecamatan
Kapuas.
Di Kecamatan Kapuas
sendiri, yaitu kota Sanggau. Memiliki penduduk yang sangat beragam mulai dari
agama, suku, bahasa, dan budayanya. Semua golongan hidup berdampingan, jumlah
masyarakat di kota Sanggau sendiri sekitar 42 ribuan orang.
Melalui Pemerintah Daerah
Kabupaten Sanggau, setiap tahunnya diadakan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang
cukup besar antara lain Paraje’ (Melayu), Gawai Nosu Minu Podi (Dayak), dan
perayaan Cap Go Meh (Tionghua). Disusul kegiatan budaya lainnya seperti
Pasundan (Sunda), Guyuban (Jawa), Malam Badendang (Padang), dan Karo (Batak).
Tanpa sengaja, ada 2
sarana tempat ibadah yang berdiri berdampingan yaitu Mesjid dan Kuil (Pekong)
ditepian sungai Kapuas. Kedua tempat ibadah itu tentu sudah lama ada, dalam
arti kata toleransi dalam beragama sudah tertanam sejak dulu.
Berdoa, merupakan agenda
penting didalam sebuah event/acara formal maupun non-formal, dan itu sudah
direncanakan pada rundown yang ada. Untuk itu, ada yang sangat berkesan kali
ini (Tahun 2018) pada saat perayaan Cap Go Meh di kota Sanggau. Ketika
perwakilan umat Budha sedang membacakan doa sebelum memulai acara, pada saat
yang sama juga Adzan pun berkumandang tanda waktu sholat Ashar tiba. Sebuah
kejadian yang jarang sekali terjadi didepan kita.
Adakah yang mengalah?
Apakah doa umat Budha berhenti sejenak menunggu Adzan selesai? Atau
menyelesaikan doa umat Budha kemudian Adzan baru dikumandangkan?
Sekali lagi, inilah
toleransi yang sesungguhnya. Bukan doa umat Budha yang berhenti sejenak
menunggu Adzan selesai dikumandangkan. Bukan pula menyelesaikan doa umat Budha
kemudian Adzan baru dikumandangkan. Tetapi doa umat Budha dan Adzan tetap
diteruskan dan dikumandangkan pada waktu yang sama. Tak ada pejabat atau
masyarakat yang berani menganggu. Semuanya khusyu’ mendengarkan doa/Adzan
menurut kepercayaannya masing-masing. Inilah toleransi lintas agama yang sesungguhnya.
Cek videonya disini
No comments:
Post a Comment