Satu lagi sebuah tempat yang cocok dijadikan destinasi wisata alam di Kabupaten Sanggau. Dikenal dengan sebutan Riam Pana, karena air terjun ini berada di desa Pana, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Beberapa orang mengatakan ada nama tersendiri riam tersebut, yaitu dengan sebutan Riam Kecala.
Entah apa namanya, para pecinta alam dan masyarakat tentu secara umum akan menyebutnya air terjun. Walaupun air terjun ini tak setinggi air terjun yang ada dibelahan Indonesia lainnya, namun cukup memuaskan hasrat para penikmat wisata alam yang sedang berkunjung ke Bumi Daranante.
Lokasinya berada di desa Pana, Kecamatan Kapuas. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua kurang lebih selama satu jam dari pusat kota. Tak jauh, tak juga dekat, namun mudah dijangkau. Dengan roda empat juga bisa, namun hanya sampai desa Pana saja, karena menuju lokasi air terjun ini harus melewati jalan tikus lagi.
Jalan tikus ini lebarnya hanya sekitar satu meter, jalannya tanah dan semen, bukan aspal. Pengunjung akan melewati kebun karet. Jika beruntung, pengunjung akan melihat langsung para petani mengambil sari karet dari pohonnya (Menoreh), bagi yang ingin memiliki pengalaman menoreh mungkin bisa mencobanya.
Jarak tempuh dari desa Pana sekitar 3 km, kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 10 menit saja. Jika langit cerah, jalan tanahnya keras. Kalau hujan, siap-siap saja penuh lumpur yang menempel di motor dan kaki anda.
Nah, segala jenis motor bisa masuk ke kawasan ini, mulai dari matic sampe motor besar juga bisa, kecuali anda pake tossa, kayaknya agak susah masuk,.. haha..
Berikut adalah penampakan yang ada di riam kecala.....
Lokasinya berada di desa Pana, Kecamatan Kapuas. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua kurang lebih selama satu jam dari pusat kota. Tak jauh, tak juga dekat, namun mudah dijangkau. Dengan roda empat juga bisa, namun hanya sampai desa Pana saja, karena menuju lokasi air terjun ini harus melewati jalan tikus lagi.
Jalan tikus ini lebarnya hanya sekitar satu meter, jalannya tanah dan semen, bukan aspal. Pengunjung akan melewati kebun karet. Jika beruntung, pengunjung akan melihat langsung para petani mengambil sari karet dari pohonnya (Menoreh), bagi yang ingin memiliki pengalaman menoreh mungkin bisa mencobanya.
Jarak tempuh dari desa Pana sekitar 3 km, kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 10 menit saja. Jika langit cerah, jalan tanahnya keras. Kalau hujan, siap-siap saja penuh lumpur yang menempel di motor dan kaki anda.
Jalan menuju Riam Kecala
Jalan Tanah
Jalan menuju Riam Kecala melewati perkebunan karet
Tempat parkir motor
Nah, segala jenis motor bisa masuk ke kawasan ini, mulai dari matic sampe motor besar juga bisa, kecuali anda pake tossa, kayaknya agak susah masuk,.. haha..
Berikut adalah penampakan yang ada di riam kecala.....
Tinggi air terjun ini kurang lebih 10 meter. Tak ada yang
tahu pasti berapa kedalaman air ditengah-tengahnya. Walaupun demikian,
pengunjung riam kecala yang tertantang untuk terjun bebas dari atas akan
aman-aman saja. Banyak penerjun bebas dadakan yang kadang tertantang oleh alam
itu sendiri, adapula yang ditantang oleh teman-temannya untuk mencoba sensasi
baru ini.
Riam kecala, riam di Pana ini sejatinya belum dikelola oleh
dinas terkait. Namun dinas terkait sudah tahu akan keberadaan ini, sesegera
mungkin dinas terkait juga akan mengajak masyarakat sekitar untuk mengelola
kawasan baru yang memiliki potensi wisata cukup besar ini.
Sayangnya, bak sampah belum tersedia disekitar riam Kecala.
Hal ini harusnya menjadi tanggung jawab bersama para pengunjung yang menikmati
alam untuk dapat menikmati kebersihan alami pula. Tak sedikit pengunjung yang
membawa bekal, baik itu yang berbungkuskan plastik pabrikan, botolan, dan
sebagainya.
Sebagai sesama pecinta alam yang indah, kita saling
mengingatkan untuk dapat meningkatkan cinta kita terhadap lingkungan. Tak ada
yang melarang mengunjungi sebuah destinasi wisata alam, namun janganlah lupa
untuk bertanggung jawab atas kebersihannya pula. Salam Wisata!
Tambahan Foto:
Foto by: Aa'Baliya
Terima kasih sudah berkunjung ke desa saya.
ReplyDeletehttps://m.youtube.com/results?q=leonius+pedi&sm=3
Blog anda akan saya share di akun fb saya.