Meriam Lela
Jika musim kemarau tiba, tak heran apabila wilayah hulu Kalimantan Barat ini terkadang sungai Kapuas surut hingga mencapai dasar sungai. Biasanya terjadi antara bulan Juli, Agustus, atau September. Fenomena tersebut secara tidak langsung menjadi daya tarik wisata musiman bagi masyarakat hulu, termasuk di Kabupaten Sanggau. Mungkin karena jauh dari pantai, akhirnya lokasi tersebut dijadikan objek wisata 'pantai' sungai Kapuas. Bahkan pengunjung yang berada di luar Sanggau pun berdatangan untuk melihat sungai Kapuas yang surut ini. Seperi pengunjung yang berasal dari Pontianak dan sekitarnya.
Berbagai macam aktifitas yang dilakukan para 'wisatawan' di lokasi dasar sungai, ada yang bermain sepak bola, voli, berenang, bahkan motor trail pun tak ketinggalan untuk menjajal dasar sungai yang berupa pasir tersebut. Apalagi jika musim kemarau dan surut terjadi pada bulan Agustus, perayaan untuk memeriahkan kemerdekaan NKRI pun diadakan dilokasi dasar sungai seperti Panjat Pinang, Lomba Renang, dll.
Sungai Kapuas
Sungai Kapuas Surut
Mungkin di sepanjang 1.143 km sungai Kapuas yang terbentang dari Kabupaten Kapuas Hulu hingga menuju muaranya di Selat Karimata hanya ada satu meriam yang diperkirakan sudah ratusan tahun terletak didasar sungai Kapuas yang terpanjang di Kalimantan, bahkan diklaim sebagai sungai yang terpanjang di Indonesia. Lokasinya berada di daerah Kantu', Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau.
Daerah Kantu, yang dikenal juga dengan kawasan Keraton Surya Negara Sanggau banyak sekali menyimpan sejarah berdirinya Kota Sanggau ini. Mulai dari mesjid tertua, mesjid Jami' Sultan Ayub, Keraton Surya Negara, hingga peninggalan-peninggalan keraton lainnya yang menjadi bukti dan saksi bisu berdirinya kota Bumi Daranante ini.
Salah satunya sebuah meriam yang disebut dengan meriam Lela. Lela sendiri berasal dari bahasa melayu yang artinya meriam, namun oleh masyarakat setempat meriam yang berada di dasar sungai tetap dinamakan meriam Lela. Uniknya, meriam tersebut hanya dapat kita lihat pada musim kemarau, itu pun jika sungai Kapuas surut hingga ke dasarnya. Posisi meriam Lela itu percis berada satu garis lurus dengan Keraton Surya Negara.
Kota Sanggau Tampak Atas
Jika dilihat gambar diatas, tanda O merupakan lokasi Keraton Surya Negara, sedangkan tanda X adalah posisi meriam Lela yang berada di dasar sungai Kapuas.
Ada cerita yang unik dan menarik tentang meriam Lela. Untuk menjaga peninggalan Keraton, warga setempat bersama pihak Keraton sepakat untuk memindahkan meriam tersebut ke dalam Keraton agar dapat lebih terawat dan dapat dijadikan salah satu benda pusaka kerajaan. Ketika musim surut tiba, meriam tersebut dipindahkan dari dasar sungai ke ruangan benda-benda bersejarah di Keraton. Karena meriam tersebut sangatlah berat, maka diangkat secara gotong royong oleh warga setempat. Konon menurut cerita, esok harinya meriam Lela menghilang dari tempat yang telah dipindahkan, kemudian setelah dicari meriam Lela itu ternyata kembali berada diposisi semula yaitu di dasar sungai. Anehnya proses perpindahan/kembalinya letak meriam Lela ke dasar sungai Kapuas tak diketahui oleh siapapun. Kapan dan bagaimana bisa berpindah hingga saat ini masih belum ada yang tahu. Cerita ini pun menyebar cepat dari mulut ke mulut dan masih dipercaya sampai saat ini.
Hal unik lainnya, sebagian masyarakat percaya barang siapa yang melihat meriam Lela pertama kalinya pada saat sungai Kapuas surut, maka ia akan mendapat keberuntungan.
Berikut beberapa foto yang saya ambil saat sungai Kapuas surut pada tanggal 30 Juli 2014.
Lokasi: Kantu, Depan Keraton Surya Negara Sanggau
No comments:
Post a Comment